Tak Serakah Pada Hadiah

Total hadiah yang berhasil diraih tim balap sepeda Jakarta pada Tour de Siak (TdS) 2013 sejumlah Rp54.050.000. Nominal itu belum termasuk pajak yang dikenakan sebesar 15%, jadi, bersihnya adalah Rp45.942.500.

Saya dan Priyo yang mengambil hadiah ke panitia, malam itu usai acara penutupan. Mengapa berdua? Supaya ada yang menyaksikan. Setumpuk uang dengan nominal 50rb dan 100rb kami bawa dari tempat panitia TdS ke pinggir sungai Siak. Di sana anak-anak Jakarta tengah merayakan kemenangan dengan bersenda gurau, dan makan-makan dari warung di sekitar.

Sebelum didistribusikan, didiskusikan terlebih dahulu bertiga, saya, Priyo, dan Ryan. Mengingat Jakarta, diwakili Ryan mendapat porsi paling besar dibanding atlet yang lain, meski, tentu saja, tak mungkin Ryan mampu berdiri sebagai juara tanpa bantuan lainnya.

“Gimana Yan, bagaimana sebaiknya proporsi pembagian uang ini?”

“Saya mah gimana pengurus saja, kalau dibagi rata bagaimana?”

“Jangan dibagi rata, bahaya. Kamu punya porsi terbesar di sini. Selain itu, lewat tangan kamu, kan akan dibagi ke beberapa orang yang turut membantu. Mending kalau lainnya mau berbagi. Iya toh?” Saya timpali

“Hhm… iya juga yah”

“Gini, tradisi kita, beberapa persen dari hadiah bila nominalnya besar, minimal 10 persen, ada bagian pengurus. Jumlahnya berapa, sesuai kesepakatan bersama. Ryan setuju?”

“Ya setuju banget, kan kita juga gak bisa kalau gak diurusin”

“Baik, setelah ini kita ke kamar yah. Kita bagikan di hadapan semua atlet”

“Siap!”

Lima atlet berkumpul di kamar Ryan, ditambah saya yang saat itu didaulat sebagai manager tim, dan Priyo sebagai pelatih.

“Teman-teman semua. Di samping saya ini ada tumpukan uang hasil kerja keras kalian semua di lapangan. Sebelum kita bagikan sesuai porsi masingmasing, saya hendak sampaikan sebuah cerita. Kata Allah, bangsa mana pun yang menitikberatkan uang sebagai landasan atas tiap tindakan mereka, pasti akan melahirkan kondisi perpecahan, peperangan, iri, dengki, serakah, dan tak lama akan musnah. Teman-teman, sungguh, saya tak mau uang ini menjadikan satu di antara kita menjadi serakah, apalagi perpecahan. Kalau memang demikian, lebih baik saya buang semua uang ini” Saya buka pertemuan. Semuanya tersenyum.

“Begini, kalian memiliki kapten yang bijak luar biasa, dan tak serakah. Sebelum pertemuan kita sekarang, kami tanyakan Ryan mengenai pembagian uang. Dia bilang bagi rata saja. Lantas saya jawab jangan, mengingat di luar tim inti kita, masih banyak tanggungjawab yang harus kita penuhi. Selain itu kami pikir belum saatnya bila tim kita ini diberlakukan sebagai tim profesional, yakni, uang hadiah merupakan pendapatan yang dialokasikan menutup seluruh beban. Karena bila itu dilakukan, sudah pasti kalian akan sangat sedikit mendapatkan bagian. Biaya kita, kalau seluruh komponen dihitung masih terlalu besar.

Kita bertanding atas nama Jakarta, dan pemerintah daerah Jakarta melalui KONI telah membantu meringankan biaya perjalanan kita ini. Selain itu Ketum kita juga membantu, juga ada subsidi dari panitia. Semua itu, meski masih jauh dari ideal, tapi sudah sangat membantu. Tak perlu kita kecilkan peranannya masingmasing, termasuk yang telah membantu meski hanya berteriak menyemangati, mendoakan dari kejauhan, bahkan yang menghina dari belakang. Setuju kah bila beberapa persen dari uang ini kalian berikan kepada pengurus?”

“Setuju!” seluruh atlet bersuara sama

“Baiklah, terima kasih”

Malam itu, seluruh uang hadiah dibagikan dengan kesepakatan, tanpa ada perselisihan. Porsi terbesar tentu saja atlet, karena jelas mereka yang telah bekerja. Tak lupa disisihkan bagi beberapa atlet di luar tim Jakarta yang telah membantu selama perlombaan, dan teman-teman pengurus lainnya.

Di akhir pertemuan, Rochmad Nugraha yang lebih dikenal dengan panggilan Nyamuk memberikan masukan tambahan, “Eh, ini ada sisa beberapa ratus ribu. Gimana kalau kita sumbangkan ke pembangunan masjid di pelosok?”

“Wah! Setuju Kang” Jawab semua. ***

Jakarta! We did it!

*Ditulis oleh: Inu Febiana, Manager tim Pengprov ISSI Jakarta di Tour de Siak 2013*
Advertisements